Senin, 04 Maret 2013

BSE Kurikulum 2013


Pelaksanaan kurikulum 2013 akan dimulai pada Juli perlu penyiapan buku paket pelajaran yang sebelumnya dikenal sebagai buku sekolah elektronik (BSE) demi suksesnya kurikulum 2013. Jumlah buku paket pelajaran sekolah kurikulum 2013 yang akan didistribusikan sebanyak jumlah peserta didik dalam satu kelas. Jadi jika ada 40 murid dalam 1 kelas maka akan dikirimkan 40 buku, disertai buku pegangan guru dan buku agama. Buku paket pelajaran kurikulum 2013 disediakan oleh pemerintah secara gratis.

Saat ini pemerintah telah menulis buku guru dan siswa padahal status kurikulum baru masih belum jelas. Proses pengadaan buku paket belajaran kurikulum 2013(sebelumnya disebut BSE) sudah dianggarkan Rp 1.035.090.543, untuk mencetak buku sekolah yang meliputi 20.930.308 buku paket pelajaran SD, 32.507.170 untuk buku paket pelajaran SMP, 2.141.811 untuk buku paket palajaran SMA, dan 1.706.082 untuk buku pelajaran SMK. Pengadaan dan distribusi buku paket pelajaran kurikulum 2013 dilakukan pemenang lelang sesuai dengan buku paket kurikulum 2013 yang sudah disiapkan dari Jakarta. Tim penyusun buku sudah disiapkan bersamaan dengan saat dimulainya penyusunan kurikulum. Sesuai keterangan Mendiknas bahwa untuk menulis buku tidak harus menunggu kurikulumnya selesai.
download buku kurikulum baru
download kurikulum baru 2013
Kurikulum 2013 ini masih banyak masukan dan rekomendasi dengan kemungkinan adanya perubahan, seharusnya jangan menyusun buku selama kurikulumnya belum ada. Selain masalah buku dalam kurikulum tematik integratif ini beberapa mata pelajarannya dilebur menjadi satu untuk Sekolah Dasar (SD). Hal ini memerlukan guru-guru pengajar yang benar-benar handal dan terlatih. Pelatihan guru yang juga menjadi faktor suksesnya implementasi kurikulum 2013 akan dimulai setelah penyusunan buku dimulai. 

Akhir tahun 2012, Kemdikbud melaksanakan UKG kepada lebih dari satu juta guru yang telah bersertifikat untuk memetakan kemampuan dan kompetensi. Hasil UKG akan dijadikan dasar diklat dan pembinaan agar guru dapat memenuhi kompetensi standar profesi guru. Pemerintah berjanji, guru yang kompetensi di bawah rata-rata akan diberi diklat secara tatap muka, sedangkan yang di atas rata-rata akan diberi diklat secara online dan interaktif. Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi.

Nampaknya janji Kemdikbud untuk memberikan pelatihan sebagai tindak lanjut uji kompetensi guru (UKG) sepertinya tidak akan terealisasi. Pemerintah hanya akan memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) persiapan pelaksanaan kurikulum 2013. Semua sekolah yang telah ditetapkan untuk melaksanakan kurikulum 2013 ini gurunya akan dilatih. Buku panduan untuk guru sudah disiapkan untuk pelatihan guru-guru jenjang sekolah dasar, (SD), menengah (SMP), menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) jumlah guru yang dilatih telah ditentukan termasuk kepala sekolah, 

Untuk jenjang sekolah dasar (SD) guru sasaran pelatihan sebanyak lima orang guru per satu rombongan belajar termasuk kepala sekolah. Guru yang dilatih adalah guru kelas 1, guru kelas 4, guru agama, dan guru pendidikan jasmani. Untuk tingkat SD kemungkinan buku paket kelas satu yang diganti terlebih dulu, bukan langsung mengganti buku paket pelajaran BSE kelas 1 sampai 6 SD.

Buku Paket Pelajaran Sekolah Kurikulum baru 2013 dan buku panduan untuk guru SMP juga sudah disiapkan. Untuk guru SMP yang akan mengikuti diklat tersebut ada 11 guru, yaitu; kepsek, guru agama, guru pendidikan jasmani, guru seni budaya, guru IPA, guru IPS, guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, guru PPkN, guru matematika dan guru prakarya (muatan lokal). 

Jadi perubahan buku BSE (lihat download kumpulan paket bse disini) ke buku paket pelajaran kurikulum baru akan dilakukan secara bertahap. Untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) jumlah guru yang dilatih minimal sebanyak lima orang termasuk kepala sekolah meliputi guru matematika, bahasa Indonesia, sejarah, dan guru bimbingan konseling (BK).

Waktu pelatihan guru selama 52 jam dengan metode master teacher dalam diklat di seluruh Indonesia pada Juni 2013 saat liburan sekolah. Pemerintah memilih 666 orang dari kalangan dosen-dosen PLPG, ahli motivasi dan pakar pendidikan untuk dijadikan instruktur nasional.  

Sempat muncul kekhawatiran akan adanya banyak kekurangan dalam buku panduan guru dan buku paket pelajaran kurikulum baru 2013. Selain waktu pembuatannya yang singkat, struktur kurikulum yang yang belum final, masih adannya kemungkinan perubahan hingga penerapannya sevcara menyeluruh pada tahun 2016, membuat isi buku harus terus berubah menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Buku paket pelajaran sewajarnya disusun saat kurikulum yang menjadi landasan sudah terbentuk. 

Baca Juga Artikel Terkait Download Gratis

3 komentar: