Rabu, 17 Oktober 2012

Pelajaran Bahasa Inggris SD Dilarang

Pelarangan memberikan pelajaran bahasa inggris untuk siswa SD merupakan bagian dari rencana perubahan kurikulum SD Tahun 2013-2014 seperti disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan. Nantinya kurikulum baru ini akan menitikberatkan pada mata pelajaran yang membentuk sikap untuk siswa SD, mengasah keterampilan untuk siswa SMP dan membangun pengetahuan untuk siswa SMA.

Meskipun saat ini pelajaran Bahasa Inggris SD merupakan mata pelajaran muatan lokal, banyak SD yang menerapkan mata palajaran Bahasa Inggris, baik di sekolah swasta maupun sekolah negeri. Alasannya kasihan anak-anak SD dengan adanya pelajaran Bahasa Inggris dikhawatirkan akan menambah beban belajar para siswa. Beliau menambahkan sekolah harus mengikuti ini. Tapi kalau sekolah swasta/international school mau menambahkan, itu persoalan lain, yang jelas kalau sekolah negeri tidak boleh. Namun alasan lain yang disampaikan beliau adalah bahwa Bahasa Inggris bukan sesuatu yang sulit untuk dipelajari. Kalau pelajaran Bahasa Inggris bukan hal yang sulit kenapa akan membebani siswa SD?
pelajaran bahasa inggris SD dilarang

Selain penghapusan pelajaran Bahasa Inggris SD, akan ada peleburan pelajaran IPA dan IPS menjadi satu atau diintergrasikan kedalam semua mata pelajaran utaman dan beberapa perubahan lainnya sehingga pemangkasan mata pelajaran SD dari saat ini berjumlah 11 mata pelajaran, akan disederhanakan menjadi 6-7 mata pelajaran saja. 

Mengenai target dari perubahan kurikulum tersebut, dia mengatakan perubahan kurikulum itu untuk mencetak sumber daya manusia yang profesional secara akademik dan tangguh atau kreatif secara karakter. Prioritas perubahan kurikulum SD mulai 2013-2014 akan memprioritaskan pelajaran Agama, Matematika, PPKn, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Penjaskes. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan, masih dilakukan pembahasan oleh tim perumus kurikulum.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan juga mengatakan "Anak SD itu baca, tulis, hitung yang penting. Ilmu pengetahuan nggak perlu terlalu tinggi. Untuk apa kita sediakan buku dan alat, kalau membaca saja belum mengerti". Padahal yang melarang pelajaran membaca di tingkat TK adalah..?

Perombakan kurikulum SD masih menuai banyak pro dan kontra namun tetap akan dilaksanakannya pada tahun ajaran 2013-2014. Kurikulum baru SD ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013 dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014.

Pengurangan jumlah mata pelajaran tentu saja akan mengurangi beban siswa SD, tetapi apakah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional secara akademik dan tangguh atau kreatif secara karakter itu hanya soal perampingan jumlah mata pelajaran? 

Apakah penghapusan pelajaran Bahasa Inggris, IPA dan IPS bagi siswa SD akan cukup effektif di era globalisasi seperti sekarang ini?. Ataukah diperlukan kebijakan lain yang lebih effektif?  Bagamana pendapat pembaca?  

Baca Juga Artikel Terkait Download Gratis

9 komentar:

  1. Maslah perampingan pelajaran itu perlu bagi anak SD untuk mengurangi beban yang terlalu berat, tapi harus secara bijak menelaah pelajaran mana yang hendak dipertahankan. penghapusan bahasa inggris menurut hemat saya sangat tidak relevan terhadap tuntutan jaman sekarang ini.
    http://www.rppaagamakristensd.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Uli Saut Nainggolan; terimakasih Lae atas kunjungan dan komentarnya yang berharga. Kami menghargai upaya baik pemerintah meingkatkan kualitas pendidikan, tapi adanya asumsi bahwa pelajaran bahasa inggris sd berarti tidak mencintai budaya sendiri cukup aneh. Banyak warga indonesia yang menjadi duta budaya (tinggal) di luar negeri dengan menyampaikannya dalam bahasa inggris bukan?

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  2. Jangan Di Hapus, Biar Terbuka dan Semua Orang Baca, Benar Atau Tidak.

    Astagfirullohaladzim,

    Sepertinya pemerintah buat saya salah untuk menelaah apa itu bahasa komunikasi Internasional.

    Belajar untuk Bahasa Sendiri Saja Banyak Yang Bingung, Apalagi Kalau Bahasa Inggris Tidak Di GAlakkan Dari Sekarang.

    Harusnya bukan ditiadakan atau dijadikan muatan lokal, justru dijadikan Acuan Wajib Walaupun Parameternya Harus Di kurangi.

    Terkadang Sekolah SSN hanya mencari Sensasi saja dengan menambah materi pelajaran, HAL ITU YANG HARUS DITIADAKAN.

    Banyak saya lihat buku bahasa inggris kelas 1, 2, 3 sudah ada PasT Tense dan sebagainya.

    Harusnya Anak2 Kelas 1,2,3 hanya mendapatkan Introduce, Pengenalan, Alfabet, Pendalaman dan berakhir di kelas 3 untuk spelling yang benar.

    Bukan Ngejar Target Jadi Sekolah terbaik Karena Nilai Bahasa Inggrisnya Bagus. Tapi, memaknai, karena English is Spoken.

    Hey Broooooo...Brooooo Melek Brooooo dunia udah maju, bahasa internasional. Bahasa Inggris ga cukup dipelajari sampai kelas 3. Typical Otak Anak kan beda, kalo yg cepet nangkep dan punya duit bisa kursus, kalo yang gak?
    Pikirin Lagi Deh!

    Harusnya bu guru dan pa gurunya yang mesti di ajarin dan di kursusin bahasa inggris, wong kalo ngajar kadang salah.
    Okey...

    Pedas untuk membangun bangsa itu perlu, karena UJUNG TOMBAK MAJU ATAU TIDAKNYA DUNIA ITU ADA DI PELAJAR!!!!!! KALAU DASARNYA BOBROK bagaimana ke depannya. SEKOLAH DASAR harus benar2 dimantabkan! Di AKreditasi Benar2.

    Jangan cuma dilihat dari bagusnya sekolah dan nilai broo... nilai bisa di atur, tapi akreditasi siswanya benar2.Itu yang harus dilihat.Kalo ga bakal ancur ke depan.

    Keep Thingking Again Gan!
    Kalo gak, sini gua aja yang jadi Menteri Pendidikan. Ckckckckck
    Orang Belanda ajah belajar bahasa inggris dari TK.
    ini mau ditiadakan



    Vivid Ardhiyan Yudha
    STUDENT CENTRE COMMUNITY

    BalasHapus
    Balasan
    1. @STUDENT CENTRE COMMUNITY: Terimakasih masukannya, kami terbitkan opini terbuka rekan Vivid Ardhiyan Yudha soal ditiadakannya Pelajaran Bahasa Inggris untuk SD. Semoga memberikan alternative sudut pandang yang lebih baik mengenai pentingnya pengenalan Bahasa Inggris sejak usia dini.

      Hapus
  3. Kalau saya setuju bahasa Inggris untuk anak SD dihapuskan dengan pertimbangan sbb:
    1. bahasa apa saja, bisa dipelajari dengan singkat ketika anak sudah dewasa.
    2. Bahasa Inggris sebagai second language akan kesulitan untuk anak yang sedang tumbuh kembang.
    3. Keseriusan guru mengajar sangat dipertanyakan; meskipun tidak semua bermasalah dari guru, tetapi pelajaran itu bermula dari guru bukan dari buku/LKS.
    4. Sudah rahasia umum, meskipun diajari bahasa Inggris sejak SD SD s/d Perguruan tetap saja sangat minim dalam speaking/writing. Mereka yang lancar speaking adalah kebanyakan yg ikut kursus atau kebiasaan di rumahnya.

    Usulan:
    Kalau memang dihapus, sebaiknya guru-guru (wali kelas) sekali-kali menggunakan bahasa pengantarnya dengan bahasa Inggris untuk memancing minat anak-anak. Bahasa dijadikan bukan sebagai pengatahuan tetapi sebagai kebiasaan..

    pengalaman saya mengajar di sekolah Paket C dengan bahasa pengantar Inggris cukup diminati warga belajar yg notabene gak pernah belajar English, tetapi dapat diatur sedemikian rupa.... step by step dapat mengikutinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usulannya bagus sekali, walau 'pelajaran' bahasa inggris tidak ada, tetapi pengenalan bahasa itu penting. Kami tinggal di bali, disini kami mulai sadar bahwa bahasa inggris itu bahasa ke3. Setelah bahasa 'ibu' dan bahasa indonesia.
      Misal yang dari madura, ibunya akan ngobrol dirumah dengan bahasa madura, akhirnya si anak kesulitan sewaktu masuk sd disini karena menggunakan bahasa indonesia.Kami selalu menyarankan teman-teman pasangan muda dari jawa/daerah lain yang merantau ke bali untuk langsung menggunakan bahasa indonesia dirumah walau anak mereka masih kecil, sebagai kebiasaan bukan belajar 'grammar' bahasa indonesia. Terbukti anak menyerap bahasa lebih mudah jika itu suatu kebiasaan.

      Hapus
    2. Wah iya ya, kalau masalahnya di dalam rumah, anak-anak yang keluarganya dari perantauan cukup sulit mengendalikan. Tapi saat di tempat ramai, seperti mall, pasar dll, pastilah dengan etnis berbeda ini bisa saling berkomunikasi lewat interaksi sosial itu.


      Saya kemarin bertemu dengan 100 tutor Paket C se Indonesia, dan ada satu teman tutor dari Bali, I Nyoman Dana. Beliau cerita kepada saya, kalau anak muridnya diajak berjalan-jalan di tempat wisata dan disuruh cerita di depan para turis, hasilnya saya lihat di video yang sengaja direkam, cukup menarik sekali.

      Jadi bahasa akan bisa teraplikasi manakala dijadikan budaya dan pembiasaan. Jika dijadikan pengetahuan, maka bahasa seperti matematika nasibnya, akan dibenci :D

      Hapus
  4. Penghapusan Bahasa Inggris untuk SD dengan alasan anak terlalu dibebani, saya pikir tidak juga. Coba kita lihat di pesantren2. Mereka dari awal sudah mengenalkan bahasa arab kepada santri2 mereke. Selain itu tidak bisa dipungkiri bahwa Bahasa Inggris sesuai tuntutan jaman sudah menjadi bahasa international.

    Saya lebih setuju jika seandainya Bahasa Inggris dijadikan mata pelajaran wajib disekolah mulai dari tingkat SD dan saya sependapat dengan saudara Vivid Ardhiyan Yudha bahwa parameternya yang perlu untuk dipertimbangkan tolak ukur untuk memberikan pembelajaran pada siswa tingkat SD.

    BalasHapus