Selasa, 10 Juli 2012

Cara Membuat SILABUS RPP Berkarakter

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun ajaran baru 2112-2013 tiba. Sebagai guru dan penddidik, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk kegiatan Belajar Mengajar? Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai Peraturan Mendiknas No 41 Tahun 2007 agar setiap guru menyusun RPP secara lengkap dan sistematis untuk setiap kompetensi dasar (KD) yang dapat digunakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Penyusunan RPP sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran  untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif. Oleh sebab itu kemampuan guru dalam menyusun RPP harus ditingkatkan. Sekolah tertentu sebelum tahun ajaran baru dimulai, mengadakan workshop bagi para guru untuk membuat perangkat pembelajaran yang meliputi cara membuat Silabus RPP, KKM atau membuat Progam Tahunan dan Program Semester.

Namun dengan atau tanpa workshop tersebut, hal terpenting adalah mempersiapkan diri dengan baik untuk mengantarkan anak didik kita dengan baik dalam pembelajaran yang akan datang. Kita tidak boleh berhenti dengan pembelajaran yang monoton, membosankan dan kurang kreatif. Pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan menjadi dambaan setiap siswa. Pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan menjadi prioritas utama. 

Kita dapat memanfaatkan akses internet untuk mengetahui lebih rinci berbagai model pembelajaran yang berkualitas sekaligus menyenangkan. Kita bisa memilih model-model tadi untuk disesuaikan dengan materi mata pelajaran yang akan kita ajarkan. Dengan mengetahui berbagai model pembelajaran, dengan silabus yang sudah ada maka kita tinggal membuat RPP. RPP disesuaikan dengan waktu pembelajaran. Misalnya pembelajaran pagi hari tentu tidak sama dengan siang hari. Meracik metoda yang tepat sehingga pembelajaran tercapai sesuai dengan rencana. Suatu proses belajar mengajar dinyatakan berhasil apabila Tujuan Instruksional Khusus (TIK) dapat tercapai. Untuk mengetahui tercapainya TIK, guru perlu mengadakan tes formatif setiap selesai menyajikan satu bahasan kepada siswa dalam bentuk berbagai soal-soal ulangan maupun ujian baik itu secara praktek maupun teori. Evaluasi soal-soal ulangan atau ujian dapat lakukan secara lisan atau tertulis.

Hasil soal-soal evaluasi kita nilai, yang terbaik dapat kita tempelkan di papan paparan. Kita berikan reward pada siswa yang hasilnya baik dengan tepuk tangan. Pemberian reward akan membuat anak merasa bangga dan dihargai, apalagi hasil karya siswa dipasang di papan paparan. Hal ini sekaligus memberikan rasa kompetisi yang sehat bagi murid lainnya untk lebih baik pada penyelesaian soal-soal evaluasi berikutnya dengan memberi perkatian yang mlebih pada kegiatan belajar dan mengajar.

Satu hal yang harus diingat, saat ini siswa yang menjadi subjek pembelajaran bukan guru. Siswa dituntut aktif dalam setiap pembelajaran. Dengan membuat suasana menyenangkan, tanpa ada kesan kaku, tegang, atau menakutkan. Untuk itu,  guru bisa mengajak siswa bertanya jawab tentang berita yang sedang berkembang saat itu atau guru bercerita yang lucu sehingga proses belajar diawali dengan kondisi murid sudah senang dan nyaman. Setelah anak sudah tidak tegang , kita masuki materi pembelajaran. Buatlah ide-ide soal setting pembelajaran yang baru, misalnya bisa membuat variasi tempat berhadapan dengan bentuk U atau duduk dalam bentuk lingkaran. 

Berikutnya kita dapat melakukan refleksi umpan balik. Refleksi bisa kita lakukan dengan memberi secarik kertas pada siswa. Siswa menuliskan kesan-kesan yang dialami selama pembelajaran berlangsung, senangkah atau sebaliknya. Kita juga bisa bertanya jawab pada siswa mengenai pembelajaran saat itu. Jika ada yang kurang pada pembelajaran saat itu, kita bisa membenahi pada pertemuan berikutnya. Tanggapan siswa walaupun berkesan 'kritik' akan sangat berarti bagi kesusksesan proses belajar selanjutnya.

cara RPP Silabus KTSP
Silabus RPP berbasis KTSP
Demikianlah pembelajaran berakhir dengan penuh kesan. Materi tercapai ,suasana menyenangkan. Suasana seperti itu membuat siswa tidak jenuh sehingga siswa merasa senang sekaligus dihargai karena dilibatkan. Jika siswa merasa senang , materi mudah masuk di benak siswa. Siswa akan merasa kehilangan jika guru A misalnya tidak hadir saat itu . Siswa akan ketagihan untuk mengikuti pelajaran yang diampu oleh guru tersebut. Siswa akan mencari guru, bukan guru mencari siswa.

Dalam KTSP Silabus seharusnya disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pokok, Kegiatan pembelajaran, Alokasi Waktu, Sumber Belajar dan Penilaian. Untuk mencapai perencanaan pembelajaran  sesuai peraturan pemerintah, berupa Silabus dan RPP, pada praktek perkembangannya banyak yang menuntut sebelum menyusun silabus, guru harus membuat, analaisis SKL, analisis Standar isi, analisis Tujuan, analisis Ruang Lingkup dan lain sebagainya. Banyak guru yang memanfaatkan format RPP/Silabus berkarakter baik download RPP silabus yang sudah jadi, beli CD RPP Silabus berkarakter, copy paste milik rekan guru lain, atau print RPP/Silabus apa adanya. Akibatnya, guru tidak tahu sama sekali apalagi memahami isi RPP Silabus tersebut, yg penting ada bukti fisik. Hal lain yang membuat guru merasa kesulitan membuat RPP sendiri adalah, format RPP kita yang terlalu ruwet/dituntut rinci, yang rasanya memang menghabiskan waktu yang tidak sedikit. Mungkin akan lebih baik, jika standar dalam membuat RPP itu sendiri disederhanakan. 

Namun bagaimanapun ketika belajar di bangku kuliah, kita telah mendengar pentingnya seorang guru membuat desain rencana aksinya di depan kelas, sehingga apa yg disampaikan sesuai dg karakteristik siswa. Dab fatanya adalah memang demikian. Terkait dengan tugas guru sebagai seorang professional dalam merancang RPP berbasis KTSP adalah kemampuan menjabarkan Silabus kedalam RPP itu sendiri.

Ibarat bepergian kita harus memiliki peta untuk menentukan arah yang yang tepat dan peta tersebut adalah RPP dan SILABUS yang kita sendiri sebagai guru memahami isinya. Bagaimana pun juga membuat rencana penting, dan sebaiknya dirancang oleh guru, karena guru yang mengetahui karakter siswa, fasilitas dan batasan materi pada satu siklus pembelajaran. Untuk Tahun Ajaran Baru 2012-2013 ini, bagaimana pendapat rekan guru soal artikel cara membuat Silabus dan RPP ini?

Baca Juga Artikel Terkait Download Gratis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar